You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Pundi Lemo
Pundi Lemo

Kec. Cendana, Kab. Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan

Budaya Mandio Saluran Tallu Dusun Ba'ka

IRWAN ADE SAPUTRA, S.Pd 26 November 2025 Dibaca 70 Kali
Budaya Mandio Saluran Tallu Dusun Ba'ka

Di Kabupaten Enrekang, khususnya di Dusun Ba'ka, Desa Pundi Lemo, Kecamatan Cendana, terdapat sebuah tradisi sakral yang diwanskan secara turun-temurun oleh leluhur yang dikenal sebagai Nene Sando. Nene Sando adalah sosok orang tua yang memiliki kedekatan spiritual yang kuat kepada Allah SWT, dan pernah memohon agar diberikan sumber air yang dapat menjadi obat bagi keluarga dan keturunannya. Doa tersebut dikabulkan, dan munculiah sebuah sumber air yang hingga luni dikenal dengan sebutan “Mindio Saluran Tallu”.

Air tersebut diyakini sebagai berkah yang membawa keselamatan dan kesembuhan, bukan hanya untuk keturunan langsung Nene Sando, tetapi juga untuk seluruh masyarakat yang menghargai dan menjaga tradisi ini. Pesan Nene Sando menjadi wasiat yang terus dipegang teguh oleh anak cucu dan seluruh warga sebagai simbol rahmat dan persatuan. 


Ritual “Mindio Saluran Tallu” dilaksanakan setiap tahun pada hari selasa di bulan Safar. Prosesi dimulai setelah salat Dzuhur dengan acara “Massajo”, yaitu penyampaian petuah-petuah leluhur yang berisi nasihat kebaikan, pesan persatuan, dan rasa syukur kepada Allah SWT. Setelah itu, pemuka adat—khususnya dari garis keturunan langsung Nene Sando—memimpin prosesi ritual. 


Daiam ritual ini, digunakan Kris pusaka leluhur sebagai simbol kebaikan dan keteguhan hati. Dengan perantara Kris dan air, doa-doa dipanjatkan memohon ridho Allah SWT untuk kesembuhan dari berbagai penyakit. Air yang digunakan diambil langsung dari dalam tanah, dari sumber yang diyakini muncul berkat doa Nene Sando pada masa lalu. 


Walaupun berbentuk ritual adat, Mindio Saluran Tallu tidak bertentangan dengan ajaran agama. Semua rangkaian acara dilakukan dengan niat tulus untuk berdoa dan memohon kepada Allah SWT, menggabungkan nilai-nilai kearifan lokai dengan ajaran budaya, dan menanamkan rasa syukur atas karunia alam yang diberikan. 


Sebagai warisan budaya, Mindio Saluran Tallu tidak hanya memiliki nilai historis dan spiritual, tetapi juga menjadi potensi budaya yang layak dilestarikan oleh generasi sekarang dan yang akan datang. Tradisi ini mengajarkan bahwa hubungan manusia dengan alam dan Sang Pencipta harus dijaga melalui rasa syukur, doa, dan kebersamaan

Kategori Tradisi dan Ekspresi Lisan / Upacara Adat 

Lokasi Sebaran 

  • Dusun Ba'ka, Desa Pundilemo, Kecamatan Cendana, Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan 


Pemilik/Pemangku Tradisi Keturunan Nene Sando dan masyarakat Dusun Ba'ka, Desa Pundi Lemo 

Latar Belakang Sejarah Tradisi Mindio Saluran Taltu berawal dari kisah leluhur yang dikenal sebagai Nene Sando. Beliau adalah sosok yang memiliki hubungan spiritual yang kuat dengan Allah, dan memohon agar diberikan sumber air yang dapat menjadi obat bagi keluarga dan keturunannya. Permohonan tersebut dikabulkan, dan muncullah sumber air yang hingga kini dimanfaatkan sebagai sarana pengobatan dan keselamatan. Air ini menjadi berkah tidak hanya bagi keturunan Nene Sando, tetapi juga bagi masyarakat luas yang menjaga dan menghormati tradisi tersebut. 

Waktu Pelaksanaan Setiap hari Selasa di bulan Safar (penanggalan Hijriyah). 

Prosesi Pelaksanaan 

  • Persiapan: Pemuka adat, khususnya dari garis keturunan langsung Nene Sando, menyiapkan perlengkapan ritual termasuk Kris pusaka dan sarana pengambilan air. 
  • Massajo: Penyampaian petuah leluhur berisi nasihat kebaikan, pesan persatuan, dan rasa syukur kepada Allah. 
  • Ritual Utama: Pemuka adat memimpin doa dengan perantara Kris pusaka dan air dari sumber “Mindio Saluran Tallu". Air diambil langsung dari dalam tanah di lokasi yang dipercaya sebagai sumber berkah. 
  • Doa Kesembuhan: Memohon ridho Allah untuk kesembuhan dari berbagai penyakit dan keselamatan bagi seluruh masyarakat.

Makna dan Fungsi

  1. Makna Spiritual: Ungkapan syukur atas berkah air yang diberikan Allah melalui doa Nene Sando. 
  2. Makna Sosial: Mempererat tali silaturahmi antarwarga, memperkuat identitas 
  3. Fungsi Kesehatan: Air dipercaya dapat menjadi sarana penyembuhan dari berbagai penyakit. 
  4. Fungsi Pelestarian: Menjaga kesinambungan tradisi sebagai warisan leluhur yang mengajarkan nilai moral dan religius. 


Nilai-nilai yang Terkandung 

  1. Rasa syukur kepada Tuhan 
  2. Kebersamaan dan gotong royong 
  3. Penghormatan kepada leluhur 
  4. Pelestarian sumber daya alam 


Keunikan Tradisi Mindio Saluran Tallu menggabungkan unsur kepercayaan adat dan ajaran agama Islam. Seluruh rangkaian dilakukan dalam bentuk doa dan dzikir, sehingga tidak bertentangan dengan ajaran agama. 

Kondisi Terkini Tradisi ini masih dilaksanakan secara rutin dan menjadi daya tarik budaya di Kabupaten Enrekang. Partisipasi masyarakat relatif tinggi, baik dari keturunan Nene Sando maupun warga umum. 

Upaya Pelestarian 

  1. Dokumentasi dan promosi budaya oleh pemerintah daerah. 
  2. Penguatan peran tokoh adat dan generasi muda dalam menjaga tradisi.
  3. Pengintegrasian tradisi ini ke dalam agenda wisata budaya Kabupaten Enrekang. budaya, dan menjaga persatuan masyarakat.
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2026 Pelaksanaan

APBDes 2026 Pendapatan

APBDes 2026 Pembelanjaan